Cerita Lalu
yang berlalu dan meninggalkan jejak
rss
email
twitter
facebook
  • Home
  • Blogger Themes
  • Wordpress To Blogger

Ruang Imajinasi: Peri Kecil Itu Kembali!

1 comment
Posted on Tuesday, February 2, 2010 by Cerita Lalu

"Anne," kata Davy, "di mana sih, tidur?"

Anne sedang berlutut di jendela loteng barat untuk mengamati matahari terbenam yang mirip bunga raksasa dengan kelopak-kelopak bunga krokus dengan bagian tengahnya berwarna kuning kemerahan. Dia memalingkan muka ketika mendengar pertanyaan Davy dan menjawab sambil menerawang.

"Di atas gunung-gunung di bulan, di bawah lembah-lembah bayangan."

Paul Irving pasti mengerti perkataannya, atau membuat suatu pengertiannya sendiri. Namun, Davy yang praktis, yang sering kali Anne sadari dengan pedih, sma sekali tidak memiliki sedikitpun imajinasi, malah bingung dan sebal.
Lucy M. Montgomery - Anne of Avonlea

credit goes to gainesp2003

hitam
gelap
kelam
berusaha untuk terlelap
tapi mata ini tetap terjaga 
ketika kudapati di langit sana berkerlap-kerlip sebuah tanda
ternyata itu si peri kecil!
memanggil dan terus memanggil
dengan apa ku membalas?
ketika yang kupunya hanya seberkas cahaya lilin

Sedari dulu saya selalu beranggapan bahwa bintang yang paling bersinar dipagi buta itu adalah si peri kecil sedang berusaha untuk berbicara pada saya melalui kerlap-kerlip senternya. Payahnya, saya tidak bisa morse. Kalaupun saya belajar, saya khawatir dia dan saya memiliki morse dengan arti yang berbeda. Selama ini saya hanya mampu menatap saja dan saya rasa si peri kecil cukup puas dengan itu.

Pagi tadi setengah jam sebelum azan Subuh, si peri kecil menyapa, ketika saya menyibak tirai jendela. Gelap sekitar karena mati lampu tidak lagi membuat saya takut karena ternyaya si peri kecil ada untuk menerangi saya :) 

Seperti biasa, hal-hal yang membuat hati senang adalah hal-hal kecil yang mungkin biasa-biasa saja. Kenapa kita tidak mempergunakan ruang imajinasi kita yang selalu kita anggap tidak ada? 


http://ceritatea.blogspot.com



Category: Just Me, Personal

Dan Pada Akhirnya...

1 comment
Posted on Thursday, January 14, 2010 by Cerita Lalu

17th November
Dear Daddy-Long-Legs

Such a blight has fallen over my literary career. I don't know whether to tell you or not, but I would like some sympathy--silent sympathy, please; don't re-open the wound by referring to it in your next letter.

I've been writing a book, all last winter in the evenings, and all the summer when I wasn't teaching Latin to my two stupid children. I just finished it before college opened and sent it to a publisher.He kept it two months, and I was certain he was going to take it; but yesterday morning an express parcel came (thirty cents due) and there it was back again with a letter from the publisher, a very nice, fatherly-letter--but frank! He said he saw from the address that I was still at college, and if I would accept some advice, he would suggest that I pull all of my energy into my lessons and wait until I graduated before beginning to write. He enclosed his reader's opinion. Here it is:

'Plot highly improbable. Characterization exaggerated. Conversation unnatural. A good deal of humor but not always in the best of taste. Tell her to keep on trying, and in time she may produce a real book'

Not on the whole flattering, is it, Daddy? And I thought I was making a notable addition to American literature.I did truly. I was planning to surprise you by writing a great novel before I graduated. I collected the material for it when I was at Julia's last Christmas. But I dare say the editor is right. Probably two weeks was not enough in which to observe the manners and customs of a great city.

I took it walking with me yesterday afternoon, and when I came to a gas house, I want in and asked the engineer if I might borrow his furnace. He politely opened the door, and with my own hands I chucked it in. I felt as though I had cremated my only child!

I went to bed last night utterly dejected; I thought I was never going to amount anything, and that you had thrown away your money for nothing. But what do you think? I woke up this morning with a beautiful new plot in my head, and I've been going to about all day planning my characters, just as happy as I could be. No one can ever accuse me of being pessimistic! If I had a husband and twelve children swallowed by an earthquake one day, I'd bob up smilingly the next morning and commence to look for another set.

Affectionately,
Judy

***

Memang tidak salah ketika malam itu saya memilih untuk membeli Daddy-Long-Legs nya Jean Webster. Niatnya hanya akan membeli empat seri Anne of Green Gables untuk melengkapi seri yang pertama (mudah-mudahan Mama gak baca post saya ini.. kalau ketahuan saya lebih milih beli buku daripada makan, bisa-bisa... *hiiyy*) Wah, saya benar-benar pecinta pesta! Pesta buku! Apalagi yang bisa saya harapkan ketika "patah hati" melanda dan mewarnai malam-malam saya dengan kegelisahan dan penyesalan.




Tapi Jerusha "Judy" Abbot memang benar-benar hebat. Dia menginspirasi saya; cerita-ceritanya, perasaan-perasaannya, pendapat-pendapatnya, sudut pandangnya, dan... surat-suratnya kepada Daddy-Long-Legs yang tidak lain adalah Mr. Jervie Pendleton, sosok yang selama ini dia sukai.

Well, kesampingkan dulu romansa sederhana tapi manis dan penuh kejutan antara Judy Abbot dan Master-Jervie-Daddy-Long-Legs-Pendleton-Smith, karena yang membuat saya senang adalah sebuah plot baru tiba-tiba saja datang ketika saya membaca surat Judy untuk Daddy-Long-Legs ketika naskahnya ditolak.

What a life!

Rayyan, Raissa, Zikra... saya gak kan pernah ninggalin kalian. Walau sudah tak terhitung jumlahnya ketika saya merasa putus asa dan ingin berhenti, tapi saya tidak akan pernah benar-benar akan putus asa dan berhenti.

Semangad!!!

xoxo



Category: Personal

Tentang Kehilangan (lagi)

4 comments
Posted on Tuesday, January 12, 2010 by Cerita Lalu

"Sialnya, novelku terengah-engah, terbatuk-batuk, lalu mati. Temanya sudah bagus, kalimat-kalimatnya juga. Tokoh-tokohnya begitu hidup dan sehat, sampai seperti manusia sungguhan yang perlu akta lahir. Kau sudah melakukan riset, mengumpulkan fakta-fakta. Dialognya lancar penuh ketegangan. Pokoknya hasilnya pasti hebat. Tapi ternyata kenyataannya beda. Meski bukumu kelihatannya jelas-jelas menjanjikan, pada titik tertentu kau menyadari bahwa bisikan yang selama ini menghantuimu jauh di dasar pikiranmu ternyata benar: novelmu tidak bakal jalan."
Catatan Yann Martel dalam novel Life of Pi



credit goes to naveen


Sama sekali gak bisa bohong mengenai perasaan saya ketika Rayyan, Raissa, dan Zikra berdiri membelakangi saya untuk entah yang keberapa kalinya. Setelah berkali-kali mengalami perubahan dan alur. Ketika di satu titik saya merasa semuanya sudah pas, sudah sempura, sudah memenuhi segalanya, ternyata ada suatu hal yang membuat semua elemen yang saya bangun itu tidak memercikkan cahayanya.

Perasaan saya mungkin sama seperti Yann Martel ketika bangkit lagi untuk menulis novel berikutnya setelah kegagalan novel pertamanya di pasaran.

Apa itu kosong?


perasaan yang lebih menyengsarakan daripada jeda
kehilangan...
seperti ketika malam meraja
tetapi hanya hitam tak bernyawa

Dari tadi, tak henti-hentinya saya memutar Hold Me Now nya Renee Olstead. Bisa dibilang soundtrack kehilangan saya kali ini. Sebenarnya bukan kehilangan karena mengenai proyek pribadi saya ini saya gak kan pernah nyerah. Walau sedih banget karena saya merasa banyak waktu yang terbuang. Bukan, bukan... bukan waktu yang terbuang. Proses. Pasti ada jalannya.

Ya ampuun... rasanya sama seperti patah hati!

Hold me like we'll love forever
Hold me now
I can't believe we 're making our last memories
It's not enough
Just hold me now...
Hold Me Now-Renee Olstead


http://ceritatea.blogspot.com



Category: Permulaan, Personal

Lagu Akhir Tahun

1 comment
Posted on Sunday, December 27, 2009 by Cerita Lalu

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya masih belum bisa untuk memenuhi resolusi yang saya buat tahun kemarin untuk tahun ini. Tapi, itu bukannya akhir dan tidak memenhi target, karena selalu kita yang merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Ketika kita memang bekerja keras untuk mencapai yang lebih baik, tetapi ketika entah mengapa kita tidak berbeok di tikungan yang menurut versi kita bukan jala yang seharusnya sehingga menghasilkan hasil yang berbeda: lebih indah atau jauh dari indah, selalu... selalu ada hikmah di balik semuanya, karena apa yang terbaik menurut kita ternyata belum tentu baik untuk kita. Allah knows the most :)

Di penghujung tahun ini, saya dan Jj jauh dari orang tua. Mama dan papa pindah ke tempat yang lebih indah dengan udara yang lebih bersih. Di mana mereka bisa menikmati masa tua mereka dengan tenang dan nyaman, insyaAllah :)




Saya lupa kapan ketika salah satu stasiun televisi swasta menayangkan film animasi Happy Feet. Saya langsung jatuh hati ketika para pinguin kecil itu untuk pertama kalinya pergi ke sekolah dan belajar untuk menemukan "song of the heart" mereka. Sesuatu yang tidak bisa diajarkan oleh guru mereka karena itu datangnya dari dalam hati mereka.





Song of The Heart, I think that's my song of the heart too, and my song of the-almost-over 2009 :)









Raise your voices brothers, give praise to the great 'Guin
Who put songs in our hearts

You might make a different song, yes that's right it's true
That don't make anybody more or less as good as you
If you can't feel the music that's all you really need
Then turn this party all the way out
Good time guaranteed

Everybody get up
Clap your hands and dance to the beat
Whatever you do little darlin' it's cool
Just get up out your seat
And wave your flag because everybody plays a part
One world united singing the song of the heart

Look ... everybody makes mistakes
Oh yeah, not one or two (right!)
But that don't make the dirty little things they say about you true
(You tell 'em!)
Step aside little babies and watch me do my thing
I don't even need a good reason to do this
Listen to me sing

Everybody get up
Clap your hands and show them what you got
Tonight we gonna jam from now until eternity
Don't you stop - make it hot oh!
And wave your flag because everybody plays a part
One world united singing this song of the heart

Come on!
Watch me now!

Oh, I don't care what the people say
This is my life
I just got to like that okay (okay?)
They can go fly their momma's kite
Hooray!

(spoken)
We can be together if we all do our part
I'll let you if you let me sing the song of my heart
We can be together if we all do our part
I'll let you if you let me sing the song

(we got it!)
All right I'm going to tell you one more time
Listen ...


http://ceritatea.blogspot.com



Category: Permulaan, Personal
« Older Entries

A Glance of...

My Photo
Cerita Lalu
the only one daughter. a writer. just want to live the life to the fullest. no drama. no pretense.
View my complete profile

Twittering

Jejak Lalu

  • ▼  2010 (3)
    • ▼  February (1)
      • Ruang Imajinasi: Peri Kecil Itu Kembali!
    • ►  January (2)
      • Dan Pada Akhirnya...
      • Tentang Kehilangan (lagi)
  • ►  2009 (84)
    • ►  December (4)
      • Lagu Akhir Tahun
      • Lagi
      • Mengisi Kekosongan
      • Pada Akhirnya.....
    • ►  November (3)
      • As Lazy as The Lazy Jane
      • Lalu Sudah Hari Jumat
      • There'll Be Days Like This...
    • ►  October (18)
      • Makanya... Pelan-pelan Aja...
      • Hujan
      • Jeda...
      • Postingan Tengah Malam Orang Keren
      • Kalau Tea dan Rayyan Bertemu Lagi
      • Tea: On Big Project
      • Mungkin Rayyan Akan Menerima Chici Macchiati
      • Menunggu dan Lain-lain
      • Tea The Great: yang kembali dan yang pergi
      • Bagaimana Bisa Aku Tega...
      • Tea The Great: Bukan Alexander The Great, tapi...
      • When Tea The Great Not Great At All
      • Tea on Cartoon
      • I Think I'm Falling In Love
      • Dan Saya Akan Terus Berjalan
      • Pindahan
      • Ruang Istimewa
      • Minggu Kehilangan
    • ►  September (6)
      • Ketika Senja
      • Raindrops Keep Fallin' On My Head
      • Galau, Mengakhiri, dan Langit yang Kosong
      • Here, There and Everywhere
      • Di Persimpangan
      • Tuhan, Aku (Tak Mau) Cemburu
    • ►  August (11)
      • Karena Ada Harapan
      • ALLAH lah Satu-satunya Cinta
      • Everything Change but Nothing Really Lost
      • Bermimpi Jatuh Cinta
      • Warnai Halamanku
      • That's How We See
      • Someday We'll Know
      • Tentang Rasa Rindu
      • Biasa Saja... Serius!
      • Kelahiran Perasaan
      • Aku Mencoba Tidak Memikirkan
    • ►  July (11)
      • Bigger Than My Body
      • Badai
      • Sepertinya Aku Memang Sudah Mengenal Dia
      • Somewhere in Time
      • Di Luar Masih Hujan Deras
    • ►  June (6)
    • ►  May (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (17)
    • ►  January (3)

  • Home
  • WP Blogger Themes
  • Wordpress To Blogger
Powered by Bloger | Designed by WebTreats
Converted by Wordpress To Blogger for WP Blogger Themes | Distributed by BloggerThemes | Blogger Templates